Harga Properti di Cikarang

Minimnya ketersediaan tanah serta membludaknya peminat properti di Jakarta, akhirnya membuat banyak pencari properti kini mulai melirik mencari properti di pinggiran Jakarta, salah satunya adalah kawasan Cikarang.

Cikarang merupakan ibu kota dari kabupaten Bekasi, area ini belakangan memang pamornya kian bersinar seiring dengan munculnya banyak pusat industri di sana.

Padahal jika ditarik mundur 10 tahun ke belakang, kawasan ini terbilang tidak populer alasannya karena jauh dari Jakarta dan minimnya sarana infrastruktur.

Prospek Properti di Cikarang

Karena tumbuhnya daya beli properti di Cikarang, makanya tak heran kenaikan harga properti di sana setiap tahun tumbuh sekitar 25 persen. Angka ini pun diperkirakan akan terus naik seiring dengan masifnya pembangunan infrastriuktur di sana.

Managing Director Lamudi Indonesia Mart Polman menjelaskan, kawasan Cikarang akan menjadi hunian favorit bagi ekpatriat. Pasalnya di sana berdiri ribuan perusahaan nasional maupun internasional yang memperkerjakan ribuan karyawan baik lokal ataupun karyawan asing.

“Para ekspatriat di sana, tentunya tidak ingin mencari rumah di wilayah Jakarta, mereka ingin mecari rumah yang dekat dengan kantor mereka,” ujar Mart dikutip dari keterangan tertulis Minggu (3/12/2017).

Menurut Mart di Cikarang saat ini diperkirakan ada sekitar 21 ribu orang pekerja asing, mereka membutuhkan tempat hunian, wisata dan lifestyle.

Sebelumnya, sebagian besar dari ekspatriat tersebut tinggal di rumah tapak yang tidak sesuai dengan standar, dan ketika ada penawaran apartemen yang sesuai dengan yang diinginkan mereka langsung memborongnya.

“Pekerja asing itu sangat menjunjung tinggi kualitas, jadinya ketika ada apartemen yang sesuai dengan apa yang mereka inginkan mereka langsung memborongnya,” kata Mart.

Sebelumnya, Rumah.com mencatat bahwa economic base yang kuat di Cikarang, maka terciptalah banyak lapangan kerja. Cikarang pun berkembang menjadi sebuah kota mandiri dengan fasilitas komersial perdagangan, perkantoran, rekreasi, hotel, golf dan lainnya. Berbeda kondisinya dengan 20 tahun silam.

Economic base yang kuat menjadikan Cikarang berbeda dengan lokasi-lokasi lainnya, terutama di sektor properti yang berkembang cukup pesat. Terlebih kawasan ini diapit oleh dua wilayah besar yakni Jakarta dan Kabupaten Bekasi.

President Director PT Sirius Surya Sentosa, Reggy Widjaya, mengakui penyerapan pasar akan hadirnya hunian termasuk apartemen di Cikarang relatif cepat. Hal ini diklaim berdasarkan data penjualan apartemen di Tower Aoki Vasanta Innopark yang sudah terjual sebanyak 950 unit dalam waktu tiga bulan.

Larisnya penjualan boleh jadi disebabkan lantaran banyaknya kegiatan industri, sementara suplai hunian dan komersial yang sangat tinggi belum terakomodasi dengan baik.

Diketahui, sumber kegiatan industri terbesar di Cikarang Barat berasal dari kawasan industri MM2100. Ada sekitar 250 perusahaan yang sebagian besar dari Jepang dengan sekitar 150.000 pekerja.