Cikarang Integrasi dengan Jakarta

Cikarang menjadi pusat ekonomi dan bisnis di Indonesia. Pasalnya, pergerakan ekonomi terbesar berada di kawasan ini. Cikarang menjadi kawasan industry terbesar di Asia Tenggara karena bernaung 4000 perusahaan dari 35 negara.

Cikarang telah menjadi rumah bagi semua bisnis dari perusahaan asing, perusahaan nasional, sector jasa dan perdagangan, hingga usaha kecil dan menengah.

Dengan potensi yang dimiliki Cikarang, maka tak diragukan kawasan yang berada pada Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, akan meningkatkan pemasukan negara. Data Badan Pusat Statistik (BPS) seperti yang dilansir dari BPS.go.id, menunjukan nilai ekspor Indonesia Desember 2017 mencapai USD14,79 miliar dibanding Desember 2016 meningkat 6,93 persen.

Cikarang mendorong ekspor nasional karena dikelilingi kawasan industri yang besar seperti Delta Silicon I & 2, MM2100, Jababeka I & II, Delta Mas, EJIP dan BIIE.

Besar nya kekuatan ekonomi yang dimiliki Cikarang menjadi magnet investasi bagi negeri ini. Karena itu, Pemerintah kini terus mempertimbangkan Cikarang sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Fokus pada peningkatan ekonomi dan bisnis menjadikan Kawasan Industri Cikarang akan menjadi lebih besar karena akan lebih mengoptimalkan potensi investasi, ekspor, dan perdagangan.

Infrastruktur mendukung pembangunan

Langkah pembentukan KEK di Cikarang, salah satunya dengan membangun sejumlah infrastuktur yang mengintegrasikan Jakarta dan Jawa Barat. Saat ini, Pemerintah tengah membangun sejumlah fasilitas infrastruktur guna merealisasikan KEK di Cikarang, yaitu Bandara Internasional Kertajati, Pelabuhan Patimban dan Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Dengan segala akses itu maka akan memudahkan industri pengolahan yang banyak beroperasi di Cikarang.

Potensi Cikarang menjadi KEK karena kawasan ini menjadi pusat manufacturing dan otomotif yang menyumbang hampir 60 persen dari nilai ekspor Indonesia.

Kekuatan ekonomi di Cikarang sangat besar karena terdapat 4.000 perusahaan multinasional, 100.000 pemilik bisnis dan 100.000 manajer yang bekerja di kawasan industry Cikarang.

Perkembangan koridor timur Jakarta memang sangat pesat dengan adanya pembangunan infrastruktur baru. Tentu saja, kehadiran infrastruktur tersebut akan menaikan minat perusahaan untuk berinvestasi di Cikarang.

Gelar Cikarang sebagai KEK akan mewujudkan rencana pemerintah untuk mengundang investor berlomba- lomba menanamkan modalnya di Indonesia.